LEGAL CONSTRUCTION OF NAMING AND CHARACTERISTICS OF SIMBEK AND TAMBAN SALAI FISH AS INTANGIBLE CULTURAL HERITAGE IN THE RIAU ISLANDS FROM A SOCIAL, ECONOMIC, AND CULTURAL PERSPECTIVE

Authors

  • Eva Amalia Politeknik Pariwisata Batam
  • Siti Arieta Universitas Maritim Raja Ali Haji

DOI:

https://doi.org/10.59193/jmn.v5i1.487

Keywords:

Salai Simbek, Tamban Salai, Intangible Cultural Heritage, Normative Juridical ,Social Cultural and Economic

Abstract

ABSTRACT  

 This study analyzes the juridical construction of naming and characteristics of Salai Simbek and Tamban Salai as Intangible Cultural Heritage in the Kepulauan Riau Province, particularly in Natuna and Lingga Regencies. These traditional smoked fish products embody not only culinary heritage but also the collective identity of maritime communities. The research aims to examine the legal framework governing their protection and to formulate an appropriate legal protection model integrating cultural and economic dimensions.

This research employs a normative juridical method with descriptive-analytical specifications and a qualitative approach. The study is based on statutory analysis, literature review, and secondary legal materials related to cultural advancement and intellectual property law. The findings reveal that registration under the Intangible Cultural Heritage (WBTb) regime provides cultural legitimacy; however, it does not fully ensure economic protection against unauthorized commercialization. The study concludes that a multi-layered protection model is necessary, combining WBTb recognition with geographical indications and/or collective trademarks. Comprehensive legal protection is essential to ensure legal certainty, communal justice, and sustainable economic development while preserving socio-cultural values within local communities.

Keywords: Salai Simbek, Tamban Salai, Intangible Cultural Heritage, Normative Juridical ,Social Cultural and Economic  

 

 

Abstrak  

Penelitian ini menganalisis konstruksi yuridis penamaan dan karakteristik Salai Simbek dan Tamban Salai sebagai Warisan Budaya Takbenda (WBTb) di Provinsi Kepulauan Riau, khususnya di Kabupaten Natuna dan Kabupaten Lingga. Kedua produk ikan asap tradisional tersebut tidak hanya merepresentasikan kekayaan kuliner daerah, tetapi juga identitas kolektif masyarakat pesisir berbasis maritim. Penelitian ini bertujuan mengkaji kerangka hukum perlindungan terhadap penamaan dan karakteristiknya serta merumuskan model perlindungan hukum yang tepat secara kultural dan ekonomi.

Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis normatif dengan spesifikasi deskriptif analitis dan pendekatan kualitatif. Penelitian dilakukan melalui analisis peraturan perundang-undangan, kajian literatur, serta bahan hukum sekunder yang berkaitan dengan pemajuan kebudayaan dan hukum kekayaan intelektual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penetapan sebagai WBTb memberikan legitimasi kultural, namun belum sepenuhnya menjamin perlindungan ekonomi terhadap potensi komersialisasi oleh pihak luar. Kesimpulannya, diperlukan model perlindungan berlapis yang mengintegrasikan pengakuan WBTb dengan instrumen indikasi geografis dan/atau merek kolektif guna menjamin kepastian hukum, keadilan komunal, serta keberlanjutan ekonomi tanpa menghilangkan nilai sosial dan budaya masyarakat setempat.

Kata Kunci: Salai Simbek, Tamban Salai, Warisan Budaya Takbenda, Yuridis Normatif, Sosial Budaya

Downloads

Download data is not yet available.

References

Alfariz, Alfariz, Khairul Hafsar, and Tetty Tetty. 2021. “Pendapatan Nelayan Kelong Apung Ikan Teri (Stolephorus Sp.) Di Desa Selayar Kabupaten Lingga.” MarIsland 2(2): 43–48.

Eva Juliana Purba, Akbar Kurnia Putra, Budi Ardianto. 2020. “Perlindungan Hukum Warisan Budaya Tak Beda Berdasarkan Convention for The Safeguarding Of The Intangible Cultural Herita.” Journal of International Law Fakultas Hukum Universitas Jambi 1(1): 91–116.

Febriadi, Deni, and Jumsurizal Jumsurizal. 2024. “Pengaruh Waktu Pengasapan Yang Berbeda Terhadap Karakteristik Kadar Air Dan Sensori Ikan Tongkol Asap.” Leuit (Journal of Local Food Security) 5(2).

Harahap, Syafii Arman, Marliyah, Dharma, and Budi. 2023. “Peran Pengembangan Eonomi Kreatif Ikan Salai Dalam Upaya Penciptaan Lapangan Kerja Dan Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat.” Edunomika 8(1): 1–14.

Harianti, Diah, and Direktur Internalisasi Nilai dan Diplomasi Budaya. 2013. 32 Warisan Budaya TakBenda Indonesia Penetapan Tahun 2013 Buku Kedua.

Harianti, Diah, and Direktorat Internalisasi Nilai dan Diplomasi Budaya Kemendikbud. 2014. Buku Panduan Penetapan Warisan Budaya Tak Benda Indonesia Tahun 2014.

Ilhamdy, Aidil Fadli et al. 2022. “Karakteristik Produk Tradisional Ikan Tongkol Asap Dari Kabupaten Natuna, Kabupaten Bintan Dan Kota Tanjungpinang, Provinsi Kepulauan Riau.” Jurnal Sumberdaya Akuatik Indopasifik 6(4): 275–86.

Intan Pratama, Rusky, Heru Sumaryanto, Joko Santoso, and Dan Winarti Zahirudin. 2012. “Karakteristik Sensori Beberapa Produk Ikan Asap Khas Daerah Di Indonesia Dengan Menggunakan Meode Quantitative Descriptive Analyisis.” JPB Perikanan 7(2): 117–29.

J.Moleomg, Lexy. 2014. Metodologi Penelitian Kualitatif.

Marihandono, Djoko, Anastasia Wiwik Swastiwi, and Sandy Nur Ikfal Raharjo. 2019. Direktorat Sejarah Sejarah Wilayah Perbatasan Kepulauan Natuna: Mutiara Di Ujung Utara. https://scholar.google.com/citations?view_op=view_citation&hl=en&user=-6ZSwmoAAAAJ&pagesize=100&citation_for_view=-6ZSwmoAAAAJ:fQNAKQ3IYiAC.

Maxwell, Joseph A. 2012. “Qualitative Research Design: An Interactive Approach: An Interactive Approach.” : 218. http://books.google.com/books?hl=en&lr=&id=DFZc28cayiUC&pgis=1.

Maziyah, Siti, Sri Indrahti, and Alamsyah. 2023. “Inventarisasi Kuliner Khas Jawa Tengah Sebagai Upaya Pelestarian Warisan Budaya Tak Benda Ikon Jawa Tengah.” Jurnal Harmoni , Departemen Linguistik FIB UNDIP 7(1): 44–49.

MPSS, Pudentia. 2021. Direktorat Pembinaan Tenaga dan Lembaga Kebudayaan Kementrian Pendidikan, Kebudayaan , Riset dan Teknologi Jalur Rempah Justifikasi Warisan Budaya Takbenda. https://www.academia.edu/download/97372281/Modul_Pudentia_JUSTIFIKASI_JALUR_REMPAH.pdf.

Naim, Abdul, Firdaus W Suhaeb, Idham Iwansyah Idrus, and Universitas Negeri Makassar. 2025. “Perlindungan Hukum Terhadap Kuliner Khas Coto Makassar Sebagai Warisan Budaya Tak Benda.” Jurnal Ilmiah Kajian Multidisipliner 9(5): 160–67.

Sari, Evi Maya et al. 2023. “Pembuatan Ikan Salai Patin Di Sentra Pengolahan Hasil Perikanan Desa Koto Mesjid, Kampar-Riau.” Jurnal Oase Nusantara 2(2): 67–76. Ikan patin asap; Koto Masjid; nilai tambah; pengolahan.

Soekanto, Soerjono. 2015. Penelitian Hukum Normatif Suatu Tinjauan Singkat _ Prof. Rajawali Press.

Tetty, Tetty et al. 2021. “Efisiensi Pemasaran Ikan Tamban Salai Di Kabupaten Lingga ( Efficiency Marketing of Smoked Fish in Lingga Regency ).” Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan 14(2): 371–76. https://ejournal.stipwunaraha.ac.id/index.php/AGRIKAN/.

Tetty, Tetty, Khairunnisa Khairunnisa, and Khairul Hafsar. 2021. “Viabilitas Usaha Pengolahan Ikan Tamban Salai Di Kabupaten Lingga.” Jurnal Agribisnis Perikanan 14(2): 359–63.

Wicaksana, Indrajit, Rita Nurmalina, and Suprehatin Suprehatin. 2020. “Value Chain Governance for Smoked Fish Products in the North Coast of Central Java.” Jurnal Manajemen dan Agribisnis 17(3): 304–14.

Wikipedia. “Ensiklopedia Bebas - Kepulauan Riau - Wikipedia Bahasa Indonesia.”

Wiraguna, Sidi Ahyar. 2024. “Metode Normatif Dan Empiris Dalam Penelitian Hukum: Studi Eksploratif Di Indonesia.” Public Sphere: Jurnal Sosial Politik, Pemerintahan dan Hukum 3(3).

Yudhanto, Bimo Haryo. 2025. “Menghidangkan Wader Liwet: Sebuah Upaya Perlindungan Warisan Budaya Takbenda Oleh Masyarakat Klayar.” Junral Antropologi , RINEKA 1(2): 1–19. https://ich.unesco.org/en/lists.

Lainnya

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 5 TAHUN 2017 TENTANG PEMAJUAN KEBUDAYAAN

PERATURAN PRESIDEN NOMOR : 78 TAHUN 2007 TENTANG RATIFIKASI KONVENSI UNESCO TAHUN 2003

PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN NOMOR : 106/2013 TAHUN 2013

KEPUTUSAN MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN NOMOR : 83306/ A5/ HK.01. 04/ 2021 TAHUN 2021

https://warisanbudaya.kemdikbud.go.id

https://jantungmelayu.com/2017/08/kreasi-tamban-salai-dari-singgang-hingga-ke-gulai/

Downloads

Published

27-02-2026

How to Cite

Amalia, E., & Arieta, S. (2026). LEGAL CONSTRUCTION OF NAMING AND CHARACTERISTICS OF SIMBEK AND TAMBAN SALAI FISH AS INTANGIBLE CULTURAL HERITAGE IN THE RIAU ISLANDS FROM A SOCIAL, ECONOMIC, AND CULTURAL PERSPECTIVE. JURNAL MANAJEMEN KULINER, 5(1), 32–41. https://doi.org/10.59193/jmn.v5i1.487

Issue

Section

FEBRUARI 2026

Similar Articles

You may also start an advanced similarity search for this article.